Thursday, July 9, 2009

24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia

Disamping beberapa kekurangan yang sering melekat di tanah air kita Indonesia , namun ada puluhan rekor dunia yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia karena sampai saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor tersebut dari Indonesia.

Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia :

Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) .
Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
Memiliki hutan bakau terbesar di dunia dan merupakan paru-paru dunia terbesar No.2. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.
dikutip dari : http://syamsyah. wordpress. com

Friday, July 3, 2009


Popular Indonesian dishes reflect diversity of the islands
Written by Stephanie Mee
Wednesday, 24 June 2009


Warung Bali restaurant offers one of Phnom Penh’s finest examples of
Indonesia’s unique cuisine, along with traditional culture and hospitality

Warung Bali restaurant, on Street 178 west of Sothearos Boulevard.
TUCKED away amid several fried noodle shops on Street 178 near Sothearos is a small unassuming restaurant with simple, plastic-covered tables and wooden chairs. At first glance, one might be forgiven for mistaking it for another Khmer eatery, but in fact Warung Bali is one of Phnom Penh's finest examples of the unique cuisine of Indonesia.

Indonesia is a nation made up of more than 6,000 islands, a population of approximately 240 million people, and more than 300 ethnic groups. Thus, it is no surprise that the food from this vast archipelago reflects the diversity of its islands.

At Warung Bali, native Javanese owners Pirdaos and Kasmin offer some of the most popular Indonesian dishes, along with a little bit of Indonesian culture.

"When I moved here 13 years ago, there were not many places to eat Indonesian food," said Kasmin from the small but bustling eatery.

"My boss at that time decided to open Bali Cafe on the riverside, and it did well, but the prices were a bit high. When it closed two years ago, I saw the opportunity to open up a small warung (Indonesian for a small family-owned restaurant) where we could offer authentic Indonesian food at lower prices," he added.

Kasmin said that, although he doesn't make a lot of profit from the food sales, his restaurant does well due to the sheer numbers of customers, mostly made up of Indonesian travellers and expatriates, as well as Western customers.

"Indonesian food is similar to Khmer food in some ways, but in other ways very different," Kasmin said. "For example, Indonesian food can be much spicier than Khmer food, and the meat is often marinated in a variety of spices before cooking. Also, the soy sauce is sweeter and thicker. In fact we make our own soy sauce here in the traditional Indonesian style."

On the menu
Warung Bali's most popular menu item is the ayam bakar kecap Bali, tender, marinated chunks of chicken on the bone, grilled and smothered in Kasmin's homemade soy sauce with a hint of coconut and garlic, and garnished with fresh chilli and peanuts.

Other popular dishes include gado gado, a salad of lightly steamed vegetables such as crisp, green string beans, crunchy cabbage leaves and sliced potatoes in a fragrant peanut, chilli and lime sauce; and sate sapi, marinated grilled beef skewers served with spicy Indonesian peanut sauce and sweet soy sauce.

"These dishes come from all over Indonesia, not just Bali," Kasmin said. "Different dishes originated in different regions, although they are eaten widely throughout Indonesia. For example, the gado gado is a Jakarta-inspired dish, and the sate ayam (chicken satay) originates from Madura in East Java."

As Indonesia is the world's most populous Muslim nation, much of the food outside of the small island of Bali is Halal, and Warung Bali is no exception despite its name.

"You will never find pork, frog or dog here," Kasmin said.

Dishes at Warung Bali are a bargain, ranging from 6,000 riels (US$1.50) to 10,000 riels for portions large enough to be shared with friends or family.

Taste of Indonesia
Kasmin and Pirdaos also offer customers a taste of the culture of Indonesia at the cafe, with authentic Indonesian paintings and batik hangings on the walls, and a large wooden table, loaded with books and magazines containing information about their native country.

Part of the restaurant's popularity also comes from the open and affable nature of the owners, who are quick to offer a broad smile to newcomers and who never forget a face.

Service is quick, easy-going and reliable.

For a taste of Indonesia at bargain prices visit Warung Bali at 25Eo Street 178, or call 012 967 480.

Presidential Elections July 8, 2009

April and May 2009 to be Politically Active Months in Indonesia with Legislative and Presidential Elections.
The National Elections Commission (KPU) have decreed that the next general election for Indonesia's President and Vice President will be held on Wednesday, July 9, 2009. If a run off election is required, that will take place on Tuesday, September 8, 2009.

The Presidential Elections will be preceded by legislative elections set for April 9, 2009 with the formal certification of those results to be made by KPU on May 9, 2009.

Although every effort will be made to speedy and efficient review of any formal objections to the results of the legislative round of elections, the KPU readily admits that some challenges may be still under review when people go to the polls to select the President and Vice President.

Jakarta 1983: Scooters, scavengers and shoppers


Longtime Jakarta resident William Daniel has always enjoyed the ebb and flow of life in the city.

“I used to ride around town on a motorbike and take photos,” says Daniel, who first arrived in Indonesia in 1982 as an English teacher after stints in Colombia and Morocco.

“I would wander around and marvel at the unfailing friendliness of the people.”

Daniel later taught for the British Council in Yemen and Thailand, and then returned to Southeast Asia in 1988 in his second career as an investment banker until 2004. In 2006, he joined with several investors to open the Wall Street Institute the following year.
So in one way or another I’ve been under Jakarta’s spell since the early 1980s,” says Daniel, who lives in South Jakarta with his wife Dilla Djalil.

He is sharing some of his photos from 1983 with the WEEKENDER. “In fact I have a lot more from that time, but they are in a tin trunk in a Scottish attic.”

He has particular favorites among the subjects he found while riding around the city.

“I like the one of the classic bus (nicely flanked by a President taxi and a scooter) as well as the shot taken at Bunderan Hotel Indonesia, which captures a policeman, the scavenger and the lady who shops. The shot taken at dusk from the pedestrian bridge on Jalan Gadjah Mada is also a favorite.”

He points out that while there has been a lot of development in the past 25 years (the cigarette butt collectors of the 1980s are no longer found on the streets), there are still some familiar sights, including a whole family perched on a motorbike riding around the city.

Monday, June 29, 2009

MENJUAL KEPERAWANAN




Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati
meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak? "
'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat.
'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ''
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang.
Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung
yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.
'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi-tingginya. .' '
'' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''
'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya
'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''
'' Kalau tidak terbukti? "
'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''
'' Cobalah. ''
'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi-tingginya. ''
'' Berapa? ''
'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.
'' Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''
'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... ''
'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu. Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya.
Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ...
'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.
'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp.. 6 juta, tuan ''
'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. '' Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.
''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''
'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya.
Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari
hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.
Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika
'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
"Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''
'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''
'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.
'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar ...
'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''
'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... ''
'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata
wanita itu
'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang
pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! " Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''
'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.
Terimalah uang ini.
Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.
Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.
Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih.
Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.
Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.
Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''
'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''
'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''
'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu
saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan
berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''
'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... '' '' Kesadaran... ''
.. . .
Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
'' Kamu sudah pulang, nak ''
'' Ya, bu ... ''
'' Kemana saja kamu, nak ... ???''
'' Menjual sesuatu, bu ... ''
'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita
muda itu hanya tersenyum ...
Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan ....
'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: '' Antar kami kerumah sakit ...''


Cheers,

-Rachel
Http://remang-remang.blogspot.com/2008/12/deasy-sang-penderita -retinitis.html

Monday, March 2, 2009

CINTA SEORANG IBU

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.

Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :
"Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tida k berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu
dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah
Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang.

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya
Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita.

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun.

There is a story living in us that speaks of our place in the world

It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan


Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu t ida k akan bisa diputar kembali

Peace & Love
Rachel

Wednesday, February 4, 2009

Dosa-dosa dikantor

Menilik kembali perjalanan karier Anda ke belakang, mungkin sudah tak terhitung lagi banyaknya prestasi yang telah terukir. Tapi bukan berarti Anda tak pernah bikin salah. Akui sajalah, lagipula tak ada manusia yang sempurna. Namun usah menghukum diri terlalu berat. Ternyata, tak selamanya “dosa” yang Anda buat itu berbuah petaka. Selama tidak over dosis, dosa-dosa tersebut justru bisa bikin Anda makin produktif! Dan inilah 'dosa-dosa' yang harus Anda akui sering Anda lakukan di kantor.
Surfing Internet
Zaman sekarang yang namanya sosialisasi juga berlaku untuk dunia maya. Terlebih jika Anda bergelut di bidang kerja yang menuntut Anda untuk menghabiskan hampir 80 persen waktu di depan komputer. Plus sekarang sudah banyak situs seperti Facebook yang memudahkan Anda bertukar informasi dan menjalin koneksi. Belum lagi fasilitas chat yang tetap bisa membantu Anda “berbincang” dengan klien meski tengah enggan meluangkan waktu untuk bertemu langsung. Namun terkadang, karena keasyikan menjelajah dunia maya Anda jadi lupa waktu. Mulanya mencari data di Wikipedia, lama-kelamaan berakhir dengan membaca biografi Marie Antoinette. Wah, bisa-bisa tugas yang seharusnya diselesaikan dalam waktu tiga jam baru bisa diserahkan kepada atasan setelah tiga hari. Belum lagi kalau Anda kurang cermat saat meng-up date status di profil Anda. Ya, seperti menuliskan, “Ada lowongan kerjaan baru tidak?” di halaman Facebook yang ternyata dibaca bos. Waduh!

Yang harus Anda lakukan: Ini memang seperti pisau bermata dua, bisa bahaya bisa juga berguna. Satu hal yang perlu Anda perhatikan, ketahui dulu apa tipe atasan. “Kalau bos Anda result oriented, sepanjang pekerjaan Anda selesai tepat waktu, maka surfing tak akan jadi masalah. Lain halnya kalau process oriented, karena ia akan memerhatikan cara Anda mengerjakan tugas. Surfing sebentar bisa jadi masalah,” kata I Putu Surya Negara, Business Development Head dari Access One Indonesia (www.accessONEindon esia.com) . Biasakan memiliki agenda to do list harian sehingga hal yang menjadi prioritas bisa diselesaikan dengan cepat dan Anda pun bisa surfing tanpa dihantui rasa bersalah. “Kalau memang punya hobi seperti ini, saran saya jangan dihentikan!” lanjut Putu. Tapi buatlah tujuan yang ingin Anda capai. Apa yang menjadi komitmen akhir tahun Anda? Internet bisa menyediakan apa saja yang Anda butuhkan dengan berlimpah, gratis pula. Manfaatkanlah!
Waktunya Bermain!
Kala bekerja, tentu ada saatnya Anda menjumpai waktu kosong. Tak mungkin Anda sibuk setiap saat, bukan? Nah, tak jarang waktu luang tersebut kemudian berubah jadi waktu bermain. Deadline sudah selesai, bos sedang keluar kota, apalagi yang ditunggu? Bisa-bisa lunch time pun berubah jadi siesta (yup, baru sampai di kantor jam 15.00!). Yang harus Anda lakukan: Setelah pusing berkutat dengan deadline, sebenarnya sah saja untuk melakukan “perayaan kecil” seperti ini. Yang salah, kalau perayaan itu jadi kelewat batas. “Saya rasa kalau hanya sekali atau dua kali dalam sebulan, atasan masih bisa maklum. Justru kalau di kantor terus, bisa-bisa bos akan mengira Anda kurang pergaulan,” kata Putu. Namun tak melulu waktu “bebas” itu dihabiskan di luar kantor. Anda sebenarnya juga bisa menjalin networking dengan mengunjungi departemen lain di perusahaan. Kalau selama ini Anda meminta office boy untuk mengirimkan laporan ke divisi lain, sekarang coba lakukan sendiri. Anda jadi punya kesempatan dikenal dan mengenal orang. “Tanya pada diri Anda, apakah ini waktunya untuk merayakan sesuatu atau menyia-nyiakan sesuatu? Gantilah 'sesuatu' itu dengan apa yang Anda inginkan dalam karier Anda,” saran Putu.
“Mencuri” Waktu Kantor
Pernah harus ke bank di tengah-tengah jam kantor untuk memperbaharui buku tabungan Anda? Atau harus mengunjungi dokter gigi langganan di hari Senin pukul 15.00? Ya, hal-hal seperti ini kadang memang sulit dilakukan di luar jam kantor. Lantas apakah ini bisa menempatkan Anda dalam “bahaya”? Yang harus Anda lakukan: “Sebenarnya ini boleh saja dilakukan dengan dua catatan, jangan kelewat sering dan situasi pekerjaan Anda cukup kondusif,” saran Putu. Manajemen waktu yang lebih ketat dan mengatur prioritas juga bisa membantu, lho. Semisal kalau hari ini Anda harus menyelesaikan laporan penting untuk klien, mungkin jadwal bertemu sang dokter bisa diatur ulang ke lain hari saat sudah tak sibuk.
Gosip...Gosip. ..
Terutama buat kaum wanita, bergosip nyaris bisa dibilang sesuatu yang sulit dihindari. Mulai dari makan siang, saat sedang break, bahkan tak sedikit yang justru sengaja meluangkan waktu untuk bergosip dengan rekan yang ada di departemen lain hanya untuk mengonfirmasikan bahwa affair sang sekertaris dengan bos Anda adalah benar. Yang harus Anda lakukan: Bergosip memang seru. Tapi hati-hati, kerusakan yang diakibatkannya bisa luar biasa. Salah-salah, semua orang bisa kena batunya, terutama untuk isu-isu yang sensitif. Lebih baik, ciptakanlah gosip yang positif. Semisal begini, berhentinya nyaris seluruh tim sales secara mendadak membuat limbung penjualan kantor Anda.

Yang bisa Anda lakukan: siap mendongkrak penjualan dengan terobosan seperti internet channeling, mengarsip seluruh existing costumer, dan mengatur visit schedule untuk mereka. ”Tapi, gosip semacam ini butuh nyali besar dan Anda harus siap melakukannya,” Putu menambahkan.
Zzzz...
Mungkin kalimat “work hard play hard” diterjemahkan secara harafiah oleh rekan-rekan yang bisa-bisanya tidur saat jam kerja. Tapi bagaimana lagi? Saat rasa kantuk luar biasa sudah menyerang, sulit melakukan hal lain (apalagi berpikir!) kecuali tidur.

Yang harus Anda lakukan: “Kunci dari masalah ini adalah time management,” ujar Putu. Pertama, bikinlah to-do list harian lalu sesuaikan dengan pembagian waktu yang Anda miliki. Sebaiknya to-do list ini dibuat sehari sebelumnya, sehingga esoknya Anda bisa langsung berkerja berdasarkan skala prioritas. Setelahnya, gunakan waktu prime time Anda untuk pekerjaan yang punya dampak besar. “Umumnya pekerjaan administrasi dikategorikan secondary time, yang bisa Anda kerjakan sesudah makan siang atau menjelang pulang karena otak Anda tidak memerlukan oksigen yang kadarnya tinggi,” Putu menambahkan.
Manfaatkan Waktu Luang!
Punya waktu senggang? Ketimbang melakukan hal-hal yang mengundang masalah, lebih baik lakukan yang ini.
Kelompokkan dokumen-dokumen di komputer Anda berdasarkan kategori. Dijamin ini bakal membuat pekerjaan Anda jauh lebih efisien. Yup, meskipun butuh sekitar tiga jam bagi Anda untuk melakukannya.
Kalau pekerjaan menuntut Anda untuk menghabiskan seluruh waktu kerja di depan komputer, penting untuk melakukan relaksasi ringan agar otot-otot tubuh tidak kaku. Mulai dari melemaskan leher, memutar-mutar pergelangan kaki, hingga menggerakkan bahu ke depan dan ke belakang.
Punya masalah di kantor yang sudah berbulan-bulan menghantui Anda? Sekaranglah saat yang tepat untuk dibicarakan dengan atasan.
Ganti waktu chatting dengan browsing ke situs-situs yang berkaitan dengan profesi Anda untuk memperkaya wawasan. Akan terlihat jauh lebih profesional, bukan?

Ninin Lana Ariendy
Analyst of Vessel Management Information System
Pertamina Shipping - PT. Pertamina (Persero)
Jln. Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta 10110, Indonesia
Phone : 021-3816215 ; Fax: 021-3816348
Email : tanker_ops3@ pertaminashippin g.com
Y!M : fettuc1ne_lov3rs